LABUANBAJOVOICE.COM — BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Manggarai Barat melakukan kunjungan langsung ke RSUD Komodo guna memastikan pelayanan optimal bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja, Selasa (31/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi Kepala Desa(Kades) Sano Nggoang, Stefanus Tati, yang tengah menjalani pemeriksaan kesehatan akibat kecelakaan lalu lintas saat dalam perjalanan menuju lokasi pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Manggarai Barat, Arief W, menegaskan bahwa peristiwa yang dialami korban termasuk dalam perlindungan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).
“Kunjungan kami ke RSUD Komodo untuk melihat langsung kondisi Kepala Desa Sano Nggoang yang mengalami kecelakaan lalu lintas saat bertugas. Ini masuk dalam perlindungan JKK BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Arief.
Ia menambahkan, melalui manfaat JKK, seluruh biaya perawatan Stefanus Tati akan ditanggung penuh tanpa batas plafon, sesuai indikasi medis hingga pasien sembuh atau memasuki tahap Return to Work (RTW).
“Kami ingin memastikan Pak Kades dan keluarga lebih tenang menghadapi musibah ini. BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memproses klaim, tetapi juga aktif menjemput bola untuk memastikan peserta mendapatkan layanan terbaik,” tegasnya.
Lebih jauh, Arief mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang telah mendaftarkan seluruh kepala desa dan perangkat desa dalam program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
“Ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat, khususnya aparatur desa yang memiliki risiko kerja di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Camat Sano Nggoang, Alfonsius Arfon, menyampaikan apresiasi atas respons cepat BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada aparat desa.
“Kami sangat berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan Manggarai Barat yang siap memberikan layanan JKK bagi aparat desa di Kecamatan Sano Nggoang,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran langsung pihak BPJS ke rumah sakit menjadi bukti nyata pelayanan yang humanis dan responsif.
“Tadi siang Kepala BPJS Ketenagakerjaan mengunjungi langsung teman kita, Kepala Desa Sano Nggoang, untuk memastikan pasien mendapatkan layanan JKK secara maksimal di RSUD Komodo,” tambahnya.
Menurut Alfonsius, program BPJS Ketenagakerjaan sangat membantu masyarakat dan aparatur desa dalam menghadapi risiko kerja.
“Program ini benar-benar hadir saat masyarakat mengalami kesulitan. Ini bentuk perlindungan yang sangat dibutuhkan,” katanya.
Kasus ini memperlihatkan pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi aparatur desa yang kerap bekerja dalam kondisi berisiko, termasuk mobilitas tinggi di wilayah geografis yang menantang seperti Manggarai Barat.
Program JKK tidak hanya menjadi jaring pengaman finansial, tetapi juga memperkuat rasa aman bagi pelayan publik di tingkat akar rumput.
Ke depan, optimalisasi program Return to Work (RTW) dinilai menjadi kunci agar korban kecelakaan kerja dapat kembali produktif tanpa kehilangan kualitas hidup.
Pendekatan proaktif BPJS yang “jemput bola” juga menjadi indikator transformasi layanan publik yang lebih humanis dan adaptif.**






Tinggalkan Balasan