LABUANBAJOVOICE.COM – Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Internasional Komodo Labuan Bajo, Ceppy Triono, mengungkapkan jumlah penumpang yang dilayani Bandara Internasional Komodo selama periode Januari hingga Juni 2026 mencapai 483.543 penumpang.

Angka tersebut menunjukkan tren pertumbuhan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Ceppy mengatakan, berdasarkan data operasional lalu lintas angkutan udara, Bandara Internasional Komodo terus mencatat peningkatan aktivitas penerbangan yang menjadi indikator tingginya mobilitas masyarakat dan pengguna jasa transportasi udara menuju maupun dari Labuan Bajo.

“Berdasarkan data lalu lintas angkutan udara, jumlah penumpang yang dilayani Bandara Internasional Komodo selama periode Januari–Juni 2026 mencapai 483.543 penumpang,” kata Ceppy Triono, Senin (6/7/2026).

Data tersebut memperlihatkan bahwa Bandara Internasional Komodo tetap menjadi salah satu pintu gerbang utama transportasi udara di kawasan timur Indonesia, khususnya dalam mendukung konektivitas menuju destinasi pariwisata super prioritas Labuan Bajo.

Penumpang Naik 2,20 Persen

Ceppy menjelaskan, dibandingkan Semester I Tahun 2025 yang mencatat 473.139 penumpang, jumlah penumpang pada Semester I Tahun 2026 meningkat menjadi 483.543 penumpang.

“Berdasarkan data lalu lintas angkutan udara, jumlah penumpang Semester I Tahun 2026 mencapai 483.543 penumpang, meningkat dibandingkan Semester I Tahun 2025 yang berjumlah 473.139 penumpang. Dengan demikian terjadi kenaikan sebanyak 10.404 penumpang atau sekitar 2,20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Ceppy.

Peningkatan tersebut menunjukkan pertumbuhan positif sektor transportasi udara di Labuan Bajo seiring meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat maupun kunjungan ke daerah tersebut.

Selain pertumbuhan jumlah penumpang, aktivitas penerbangan juga tercatat cukup tinggi. Selama Januari hingga Juni 2026, Bandara Internasional Komodo mencatat 4.877 pergerakan pesawat, meliputi pendaratan (landing) dan lepas landas (take off).

“Berdasarkan data lalu lintas angkutan udara, selama periode Januari–Juni 2026 Bandara Internasional Komodo mencatat 4.877 pergerakan pesawat (landing dan take off),” kata Ceppy.

Terkait komposisi wisatawan nusantara (Wisnus) dan wisatawan mancanegara (Wisman), Ceppy menegaskan bahwa Bandara Internasional Komodo tidak melakukan pendataan berdasarkan kategori tersebut.

“Bandara Internasional Komodo tidak melakukan pendataan penumpang berdasarkan kategori wisatawan nusantara (Wisnus) maupun wisatawan mancanegara (Wisman). Data yang dikelola bandara merupakan data operasional lalu lintas angkutan udara, seperti jumlah penumpang, pergerakan pesawat, bagasi, kargo, dan pos,” jelasnya.

Karena itu, data operasional bandara tidak dapat digunakan untuk menentukan jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke Labuan Bajo.

Hal serupa juga berlaku terhadap asal negara penumpang internasional. Menurut Ceppy, bandara tidak menghimpun data mengenai kewarganegaraan ataupun negara asal penumpang.

“Bandara Internasional Komodo tidak melakukan pendataan mengenai negara asal maupun kewarganegaraan penumpang, sehingga tidak memiliki data mengenai negara asal wisatawan mancanegara yang datang melalui Bandara Internasional Komodo,” tegas Ceppy.

Ia menambahkan, fungsi utama pendataan di bandara berfokus pada operasional penerbangan sebagai dasar pengelolaan layanan dan keselamatan transportasi udara.**