Dalam forum tersebut, kelompok perempuan dari 65 desa turut menyampaikan berbagai rekomendasi hasil diskusi selama tiga hari terkait ketahanan pangan, perlindungan lingkungan, ekonomi rumah tangga, hingga penguatan posisi perempuan dalam pembangunan desa.

Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Manggarai Barat, Martha Alfanita menyebut forum perempuan desa tersebut sangat strategis dalam mendukung arah pembangunan daerah.

Menurut Martha, isu kepemimpinan perempuan, ketahanan iklim, dan ekonomi perempuan telah masuk dalam kerangka perencanaan pembangunan daerah.

“Pemberdayaan ekonomi perempuan melalui sektor pariwisata menjadi salah satu kunci memutus rantai kemiskinan,” katanya.

Ia menjelaskan tingkat kemiskinan di Manggarai Barat masih berada pada angka 16,74 persen sehingga keterlibatan perempuan dalam pembangunan ekonomi menjadi kebutuhan mendesak.

Selain itu, perempuan desa juga didorong aktif dalam forum musyawarah pembangunan desa agar dapat menyampaikan aspirasi secara langsung.