Menteri Pariwisata (Menpar) mengatakan, Kementerian Pariwisata melalui BPOLBF terus memantau kondisi hotel, restoran, kafe, destinasi wisata, fasilitas publik hingga aksesibilitas di Labuan Bajo dan sejumlah wilayah di Flores.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan kegiatan wisata dapat berlangsung dengan aman sekaligus memberikan kepastian informasi kepada wisatawan yang hendak berkunjung.

BPOLBF juga mengoperasikan layanan informasi untuk merespons berbagai pertanyaan wisatawan terkait kondisi destinasi dan keamanan perjalanan setelah gempa.

Sejumlah wisatawan mancanegara asal Italia, Jerman, Prancis dan Belanda, termasuk kelompok wisatawan yang memiliki rencana perjalanan ke Labuan Bajo dan Flores, telah memperoleh informasi mengenai perkembangan kondisi destinasi.

“Informasi yang cepat dan akurat menjadi sangat penting dalam situasi seperti ini. Kita harus menjaga keselamatan wisatawan sekaligus mencegah informasi yang tidak benar menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu,” ujar Widiyanti.