Meski demikian, Widiyanti menegaskan aspek keselamatan tidak boleh diabaikan di tengah kondisi pascagempa.
“Namun, kami tetap meminta seluruh wisatawan dan pelaku pariwisata untuk mengutamakan keselamatan dan mengikuti setiap arahan dari otoritas terkait karena gempa susulan masih terjadi,” ujarnya.
Kondisi sejumlah daya tarik wisata di Manggarai Barat juga mulai pulih. Gua Rangko telah kembali menjalankan aktivitas wisata secara normal setelah sarana dan prasarana di kawasan tersebut dinyatakan aman.
Desa Wisata Compang Liang Ndara kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan sejak 22 Agustus 2026. Sementara itu, Desa Wisata Wae Lolos tetap menerima kunjungan wisatawan.
Pemulihan aktivitas tersebut menjadi indikator penting bagi sektor pariwisata Labuan Bajo yang menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.
Namun, normalnya aktivitas wisata tidak berarti seluruh risiko pascabencana telah berakhir. Pemerintah masih melakukan pemantauan terhadap kondisi destinasi, fasilitas publik dan akses menuju sejumlah kawasan wisata.





Tinggalkan Balasan