LABUANBAJOVOICE.COM – Pergeseran posisi sejumlah tokoh yang sebelumnya memiliki kedekatan dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi perhatian dalam dinamika politik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat Politik dan Akademisi Universitas Nusa Cendana, Akhmad Syafruddin, menilai perubahan tersebut memperlihatkan semakin kuatnya kendali Prabowo terhadap institusi pemerintahan, termasuk sektor keamanan.

Hal itu disampaikan Akhmad dalam keterangannya yang diterima media di Labuan Bajo, Jumat (6/11/2026).

Salah satu peristiwa yang disorot adalah perubahan jabatan Listyo Sigit Prabowo. Menurut uraian Akhmad, Listyo yang sebelumnya menjabat Kapolri kemudian digeser ke posisi Kepala Staf Kepresidenan pada 1 Oktober 2026.

Selanjutnya, pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan Listyo sebagai tersangka dalam dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden.

Sehari kemudian, Prabowo memberhentikannya dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan dan menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai pelaksana tugas.