LABUANBAJOVOICE.COM – Penyelesaian pembangunan Jalan Lingkar Utara Flores masih membutuhkan dukungan anggaran yang besar. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkirakan kebutuhan biaya pembangunan fisik proyek strategis tersebut mencapai Rp1,079 triliun agar konektivitas kawasan utara Pulau Flores dapat terwujud secara utuh.

Paparan itu disampaikan Kepala BPJN NTT, Janto, saat menerima Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI di Labuan Bajo, Rabu (22/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pengawasan pelaksanaan pembangunan infrastruktur strategis nasional di Provinsi NTT.

Janto menjelaskan, total panjang Jalan Lingkar Utara Flores mencapai 141,291 kilometer. Dari total tersebut, 53,875 kilometer telah beraspal, 10,776 kilometer telah ditangani melalui peningkatan jalan, 43,515 kilometer masih berupa jalan tanah atau setapak, sedangkan 33,125 kilometer lainnya masih berupa ruas yang belum tembus.

Data tersebut menunjukkan masih terdapat 87,416 kilometer ruas jalan yang memerlukan penanganan pengaspalan dan penyelesaian konektivitas agar jalur dapat dimanfaatkan secara optimal.