Tidak hanya musik tradisional, Sanggar Wela Rana Komodo juga menampilkan Tari Dende, tarian yang menggambarkan semangat kegembiraan, persaudaraan, dan kebersamaan masyarakat Manggarai.
Atraksi budaya kemudian dilanjutkan dengan tari kreasi kontemporer bertajuk Nona Masih Sendiri. Pertunjukan ini memadukan unsur seni tradisional dengan ekspresi modern, menunjukkan bagaimana budaya lokal dapat terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya.
Sebagai penutup, para pengunjung diajak mengenal permainan tradisional Banga Welu, permainan khas Manggarai yang menggunakan kemiri sebagai media utama.
Selain menjadi hiburan, permainan tersebut mengandung nilai-nilai sportivitas, ketangkasan, dan kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menegaskan bahwa Weekend at Parapuar dirancang bukan sekadar menjadi hiburan akhir pekan, tetapi juga sebagai ruang pelestarian budaya Flores.
“Melalui Weekend at Parapuar, kami ingin mengajak masyarakat dan wisatawan untuk datang, menikmati keindahan Natas Parapuar, sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan tradisi Flores yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.





Tinggalkan Balasan