Ia menilai kolaborasi antara ESI dan Polri dalam penyelenggaraan turnamen tersebut menjadi terobosan penting dalam membangun ekosistem olahraga elektronik yang lebih sehat dan terorganisir.

“Kami bersyukur karena di tingkat pusat ESI sudah berkolaborasi dengan Polri, dan sekarang sampai ke tingkat kabupaten. Ini menunjukkan bahwa kita sedang membangun sebuah terobosan yang luar biasa,” ujar Hamid.

Selain membangun organisasi, ESI Manggarai Barat juga mulai mempersiapkan regenerasi kepengurusan. Masa bakti kepengurusan saat ini akan segera berakhir sehingga diperlukan keterlibatan generasi baru untuk melanjutkan pengembangan olahraga elektronik di daerah tersebut.

“Kami berharap teman-teman nantinya ikut terlibat dalam menentukan kepemimpinan ESI Manggarai Barat ke depan. E-Sport ini milik bersama dan harus dibangun bersama-sama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Hamid juga memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak hanya berorientasi pada hadiah, tetapi menjadikan turnamen sebagai langkah awal menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.