Ia mengakui bahwa keberadaan ESI sebagai organisasi resmi di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) belum banyak dikenal masyarakat karena minimnya aktivitas organisasi dalam beberapa tahun terakhir.

“Baru sekarang mungkin teman-teman tahu bahwa ternyata E-Sport ada di sini, ada lembaga resminya di Manggarai Barat,” ujarnya.

Hamid menjelaskan, dirinya termasuk salah satu pihak yang merintis kehadiran ESI di Manggarai Barat sekitar lima tahun lalu. Namun berbagai kendala internal membuat aktivitas organisasi berjalan tidak optimal dan sempat vakum.

Akibat kondisi tersebut, peluang mengikuti berbagai turnamen tingkat provinsi hingga nasional yang ditawarkan ESI Nusa Tenggara Timur belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Beberapa kali provinsi meminta Manggarai Barat mengirimkan perwakilan mengikuti turnamen tingkat provinsi maupun nasional. Tetapi karena kendala internal, kita belum bisa memanfaatkan kesempatan itu secara maksimal,” katanya.

Momentum Turnamen Esport Kapolri Cup 2026, menurut Hamid, menjadi titik awal kebangkitan organisasi sekaligus ruang konsolidasi bagi para gamer yang selama ini aktif bermain Mobile Legends, PUBG, Free Fire maupun game kompetitif lainnya.