LABUANBAJOVOICE.COM – Bakal Calon Kepala Desa (Cakades) Golo Mori, Sukarman, resmi memperoleh nomor urut 1 dalam pengundian nomor urut calon yang diselenggarakan Panitia Pemilihan Kepala Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (6/8/2026).

Pengundian nomor urut tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Golo Mori sebelum memasuki masa kampanye dan pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026.

Sukarman hadir mengikuti tahapan tersebut bersama keluarga, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta sekitar 150 pendukung yang berasal dari berbagai anak kampung di Desa Golo Mori.

Rombongan datang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat sebagai bentuk dukungan terhadap pencalonannya.

Sesuai mekanisme yang ditetapkan panitia berdasarkan urutan pendaftaran, Sukarman menjadi calon pertama yang mengambil nomor urut. Selanjutnya diikuti Abdul Arsad, Muhamad Said G, dan Mohamad Jahidin.

Hasil pengundian menetapkan Sukarman memperoleh nomor urut 1, Abdul Arsad nomor urut 2, Muhamad Said G nomor urut 3, sedangkan Mohamad Jahidin mendapatkan nomor urut 4.

Usai penetapan nomor urut, Sukarman menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah hadir memberikan dukungan secara tertib dan damai.

Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan Pilkades harus dijadikan sebagai momentum memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan seluruh pendukung yang telah mengantar saya hingga proses pengundian nomor urut berjalan dengan baik. Dukungan ini menjadi semangat bagi saya untuk terus mengabdi kepada masyarakat Desa Golo Mori,” ujar Sukarman.

Bagi Sukarman, nomor urut 1 memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar identitas dalam surat suara.

Ia menilai angka tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika demokrasi desa.

“Nomor urut satu saya maknai sebagai simbol bahwa kita semua harus tetap menjadi satu. Satu tujuan, satu semangat, dan satu komitmen membangun Desa Golo Mori. Pilkades boleh menghadirkan perbedaan pilihan, tetapi jangan sampai memecah persaudaraan yang selama ini kita jaga,” ujar Sukarman.

Ia mengatakan, demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang melahirkan kolaborasi setelah seluruh tahapan pemilihan selesai.

“Saya ingin nomor satu menjadi simbol kebersamaan, kekompakan, gotong royong, dan kolaborasi. Tidak ada lagi sekat pendukung atau bukan pendukung. Setelah Pilkades selesai, kita semua kembali menjadi masyarakat Golo Mori yang memiliki tanggung jawab bersama memajukan desa,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh warga menjaga situasi tetap kondusif selama tahapan Pilkades berlangsung.

“Ayo bersama kita wujudkan Desa Golo Mori yang maju, damai, dan sejahtera. Pilkades adalah pesta demokrasi masyarakat. Mari kita jaga persatuan, saling menghormati perbedaan pilihan, dan mengedepankan kebersamaan demi masa depan desa yang lebih baik,” kata Sukarman.

Menurutnya, pembangunan desa hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat bersedia bekerja sama tanpa memandang perbedaan pilihan politik.

Panitia Pilkades Golo Mori sebelumnya telah menetapkan empat bakal calon yang memenuhi syarat untuk mengikuti kontestasi. Dengan selesainya tahapan pengundian nomor urut, para calon akan melanjutkan tahapan berikutnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.

Pemungutan suara Pilkades Golo Mori dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026, di mana masyarakat akan menentukan pemimpin desa untuk periode berikutnya melalui proses demokrasi yang diharapkan berlangsung aman, jujur, dan damai.**