LABUANBAJOVOICE.COM – Kecelakaan laut kembali terjadi di kawasan wisata super prioritas Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebuah speedboat wisata bernama Hook Up yang membawa enam wisatawan nusantara menabrak karang di perairan utara Pulau Bidadari pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 04.30 Wita.

Seluruh wisatawan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun, nakhoda kapal mengalami luka akibat benturan keras saat kapal menghantam gugusan karang.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, membenarkan insiden tersebut.

“Benar telah terjadi kecelakaan kapal wisata Hook Up di perairan utara Pulau Bidadari. Seluruh wisatawan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Nakhoda mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis. Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Stephanus.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, speedboat Hook Up bertolak dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.

Kapal membawa rombongan wisatawan untuk melakukan aktivitas memancing di sekitar perairan Pulau Bidadari.

Insiden terjadi saat kapal kembali menuju Pelabuhan Marina menjelang fajar. Diduga kapal kehilangan kendali ketika melintasi perairan di sisi utara Pulau Bidadari hingga akhirnya menghantam gugusan karang.

Benturan keras menyebabkan nakhoda terlempar dari posisi anjungan dan mengalami luka-luka. Sementara enam wisatawan di dalam kapal tidak mengalami cedera serius.

Menerima laporan kecelakaan tersebut, Tim Search and Rescue (SAR) gabungan segera bergerak menuju lokasi menggunakan dua armada penyelamat.

Proses evakuasi berlangsung cepat sehingga seluruh penumpang berhasil dipindahkan ke tempat yang aman.

Selanjutnya, seluruh korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Siloam Labuan Bajo untuk menjalani pemeriksaan medis. Kondisi para wisatawan dilaporkan stabil, sedangkan nakhoda masih menjalani penanganan akibat luka yang dideritanya.

Insiden ini kembali menjadi perhatian serius terhadap aspek keselamatan pelayaran wisata di Labuan Bajo yang setiap hari melayani ratusan perjalanan kapal menuju berbagai destinasi wisata, termasuk kawasan Taman Nasional Komodo.

Pihak otoritas pelabuhan menekankan bahwa insiden ini menjadi peringatan keras bagi pelaku industri wisata bahari di Labuan Bajo.

Aspek keselamatan pelayaran, terutama pada jam operasional malam hingga dini hari, wajib menjadi prioritas utama guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa mendatang.**