Arief menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan memilih mekanisme penyaluran melalui BNPB Nasional agar bantuan dapat diarahkan ke titik-titik yang membutuhkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Melalui BNPB, informasinya saat ini masih menunggu ke KRI ya. Cuma kalau untuk melalui BNPB Nasional, infonya akan dikirimkan ke beberapa titik yang lebih terdampak. Jadi memang di beberapa wilayah yang mengalami dampak, nanti dari BNPB yang akan mengarahkan. Kalau kapannya kami belum tahu sih.” jelasnya.

BPJS Ketenagakerjaan memastikan bantuan tersebut tidak disalurkan secara langsung ke satu lokasi tertentu. Setelah diserahkan melalui BNPB Nasional, distribusi selanjutnya akan menyesuaikan kebutuhan masing-masing posko dan wilayah terdampak.

“Iya. Jadi kita serahkan satu pintu melalui BNPB Nasional, dan nanti dari BNPB yang akan menyerahkan ke posko-posko sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan.” ujar Arief.

Mengenai waktu distribusi, Arief mengatakan pihaknya masih menunggu jadwal dari BNPB. Dengan demikian, BPJS Ketenagakerjaan belum dapat memastikan kapan seluruh bantuan mulai bergerak menuju titik-titik terdampak.