Seragam abu-abu yang biasanya identik dengan tugas ketertiban, dalam situasi darurat berubah menjadi simbol pelayanan kepada masyarakat.
Mereka bekerja di tengah keterbatasan, menempuh medan sulit dan menjalankan tugas secara bergantian agar distribusi bantuan tetap berjalan.
Bagi masyarakat terdampak gempa, yang dibutuhkan bukan hanya bantuan dalam bentuk barang, tetapi juga kepastian bahwa mereka tidak menghadapi situasi bencana seorang diri.
Di titik itulah kehadiran personel di lapangan memiliki arti lebih dari sekadar pekerjaan administratif.
Gempa dapat merusak rumah, mengganggu aktivitas masyarakat dan memaksa warga meninggalkan tempat tinggal mereka. Namun bencana juga memperlihatkan bagaimana solidaritas bekerja ketika masyarakat berada dalam kondisi paling sulit.
Satpol PP Manggarai Barat memilih menjawab situasi tersebut dengan aksi.
Mereka mengangkut beras, mi instan, minyak goreng, terpal, selimut dan berbagai kebutuhan lainnya. Namun yang dibawa ke pelosok-pelosok wilayah terdampak bukan hanya barang bantuan.





Tinggalkan Balasan