“Kami tahu medannya berat. Tapi saat kami sampai dan melihat wajah-wajah lega para pengungsi, semua rasa lelah itu hilang,” cerita salah satu anggota Satpol PP.
Di lokasi penerima bantuan, personel tidak sekadar menyerahkan logistik.
Mereka berkoordinasi dengan kepala dusun, mencatat jumlah keluarga penerima dan memastikan bantuan diarahkan kepada masyarakat sesuai kebutuhan.
Langkah tersebut menjadi penting dalam kondisi darurat, ketika kebutuhan masyarakat meningkat dan distribusi bantuan harus dilakukan secara tertib serta tepat sasaran.
Di balik mobilitas personel yang berlangsung hampir tanpa jeda, terdapat sistem koordinasi yang menjadi fondasi kerja Satpol PP Manggarai Barat.
Setiap regu memiliki komandan yang bertanggung jawab terhadap personel dan pelaksanaan tugas di lapangan.
Sistem kerja bergiliran diterapkan agar personel dapat menjalankan tugas secara berkelanjutan tanpa mengabaikan kondisi fisik. Komunikasi antara posko, tim bongkar-muat dan tim lapangan juga terus dijaga menggunakan radio komunikasi maupun telepon seluler.





Tinggalkan Balasan