LABUANBAJOVOICE.COM — Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat dari Partai NasDem, Basilius Sardi Jeramat, mendorong penguatan ekonomi produktif masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) II melalui pembentukan kelompok usaha berbasis pertanian dan peternakan.

Dorongan itu disampaikan Sardi saat melaksanakan reses masa sidang II tahun 2025–2026 yang berlangsung pada 31 Maret hingga 4 April 2026 di Desa Loha, Kecamatan Pacar dan Desa Kolang, Kecamatan Kuwus Barat.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus merumuskan solusi atas persoalan riil di lapangan.

Dalam pertemuan tersebut, Sardi menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan pertumbuhan pesat kawasan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata strategis nasional.

Ia menilai, geliat ekonomi di kawasan tersebut harus mampu ditangkap oleh masyarakat lokal, khususnya di Dapil II.

“Saya mendorong masyarakat untuk membangun kelompok-kelompok produktif, seperti kelompok ternak ayam, kelompok petani jagung, maupun kelompok sayur,” ujar Basilius Sardi Jeramat, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, penguatan ekonomi berbasis kelompok akan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjamin kontinuitas pasokan komoditas di pasar.

“Jika kelompok ini berjalan dengan baik dan produktif, maka perputaran uang di Dapil II akan semakin meningkat,” lanjutnya.

Sardi juga menyoroti peluang besar yang bisa dimanfaatkan masyarakat melalui program prioritas pemerintah pusat, termasuk menjadi pemasok kebutuhan pangan seperti sayur, daging, dan telur untuk mendukung sektor pariwisata dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menegaskan, keterlibatan aktif masyarakat sebagai produsen lokal akan memperkuat posisi ekonomi daerah sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar wilayah.

“Kalau masyarakat kita siap produksi, maka pasar sudah ada. Tinggal bagaimana kita mengorganisir produksi itu secara konsisten dan berkualitas,” katanya.

Dalam dialog tersebut, warga juga menyampaikan keluhan terkait maraknya koperasi harian dan mingguan yang dinilai membebani ekonomi masyarakat.

Menanggapi hal itu, Sardi menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan masyarakat untuk menghadirkan sistem pembiayaan yang lebih sehat dan berkeadilan.

“Kita perlu solusi bersama agar masyarakat tidak terjerat sistem pinjaman yang memberatkan. Harus ada alternatif pembiayaan yang lebih aman dan berpihak pada rakyat kecil,” ujarnya.

Sardi menambahkan, keberadaan kelompok usaha yang terorganisir akan mempermudah akses pemerintah maupun pembeli terhadap hasil produksi masyarakat. Hal ini diyakini mampu memperlancar distribusi sekaligus menjamin kepastian pasar.

Pendekatan berbasis kelompok juga dinilai menjadi strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat di tengah pertumbuhan sektor pariwisata di Manggarai Barat.

Melalui reses ini, Sardi berharap seluruh aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan konkret yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.**