LABUANBAJOVOICE.COM — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Manggarai Barat menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan daerah.
Anggota DPRD Manggarai Barat Fraksi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Basilius Sardi Jeramat, menegaskan bahwa kemajuan yang diraih selama lebih dari dua dekade harus diimbangi dengan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Sardi menilai perjalanan 23 tahun Manggarai Barat bukanlah waktu yang singkat. Proses panjang tersebut diisi dengan harapan, kerja keras, dan tekad bersama untuk menjadikan daerah ini sebagai rumah yang semakin layak, maju, dan bermartabat bagi seluruh warganya.
“Selama 23 tahun ini, kita menyaksikan perubahan nyata. Infrastruktur terus dibenahi, konektivitas antarwilayah semakin kuat, dan pelayanan publik terus berkembang. Ini adalah hasil kerja kolektif yang patut kita syukuri,” ujar Sardi, Rabu (25/2/2026).
Menurut Sardi, pembangunan daerah tidak boleh semata-mata diukur dari kemajuan fisik. Pembangunan yang paling mendasar adalah pembangunan manusia.
Politisi NasDem itu menilai kualitas sumber daya manusia Manggarai Barat menunjukkan tren peningkatan yang positif.
“Petani mulai berinovasi dalam bertani, peternak semakin memahami pengelolaan yang baik, UMKM tumbuh lebih kreatif, dan pelaku wisata semakin siap menyambut dunia. Ini modal penting untuk masa depan daerah,” katanya.
Di tengah beragam program pembangunan yang berjalan, Sardi mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menjadi penonton.
Pembangunan, kata dia, merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Pembangunan bukan hanya urusan pemerintah. Kita semua harus terlibat, sesuai peran masing-masing-bekerja lebih baik, meningkatkan kualitas diri, menjaga lingkungan, dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.
Sardi mengakui bahwa Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo, kini telah dikenal sebagai destinasi pariwisata internasional. Kehadiran wisatawan membuka ruang ekonomi baru dan menciptakan peluang kemandirian masyarakat.
“Pariwisata adalah peluang besar. Tantangannya adalah bagaimana memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke tingkat keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, potensi daerah tidak hanya terletak pada pariwisata, tetapi juga pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM yang harus terus diperkuat.
Sardi menekankan bahwa kemandirian daerah harus dimulai dari kemandirian masyarakatnya. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia harus menjadi prioritas agar masyarakat lokal menjadi pelaku utama pembangunan.
“Masyarakat Manggarai Barat harus menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Dengan penguatan kapasitas, kita tidak hanya menikmati pembangunan, tetapi ikut menggerakkannya,” katanya.
Sardi menegaskan bahwa HUT ke-23 Manggarai Barat harus menjadi momentum refleksi sekaligus komitmen untuk melanjutkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Perjalanan ini belum selesai. Masih banyak yang harus diperjuangkan dan diperbaiki. Masa depan Manggarai Barat ditentukan oleh kesadaran dan partisipasi kita semua,” pungkasnya.**





Tinggalkan Balasan