LABUANBAJOVOICE.COM — Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, langsung memimpin rapat percepatan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) setibanya dari kunjungan kerja ke Jakarta.

Program ini menjadi fokus utama pemerintah daerah dengan target ambisius membuka 1.000 hektare lahan sawah baru di wilayah tersebut.

Rapat digelar di ruang rapat Kantor Bupati Manggarai Barat pada Jumat (17/4/2026), melibatkan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Laurensius Halu, bersama jajaran serta 11 Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se-Kabupaten Manggarai Barat.

Langkah percepatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Weng di Jakarta dengan Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, serta Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Nandang Sudrajat.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan didominasi rencana pengembangan sawah baru di Manggarai Barat.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menargetkan 1.000 hektare lahan sawah baru yang tersebar di 12 kecamatan. Namun hingga kini, lahan yang telah melalui proses validasi dan verifikasi baru mencapai 425 hektare.

Rapat tersebut difokuskan pada identifikasi lahan potensial tambahan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai dalam waktu yang direncanakan.

Pemerintah juga mendorong sinergi lintas sektor serta keterlibatan aktif penyuluh dan masyarakat petani.

Wabup Weng menegaskan bahwa program cetak sawah rakyat merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjawab tantangan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Program cetak sawah rakyat merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan membuka potensi lahan pertanian baru di daerah,” ujar Weng, Senin (20/4/2026).

Ia menekankan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan masyarakat.

“Dengan dukungan lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, program cetak sawah rakyat di Kabupaten Manggarai Barat dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produksi pangan serta perekonomian daerah,” tambahnya.

Program cetak sawah 1.000 hektare ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian pangan daerah, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi pasokan pangan nasional.

Selain meningkatkan produksi beras, program ini juga membuka peluang kerja baru di sektor pertanian, memperluas basis ekonomi desa, serta mendorong modernisasi pertanian melalui integrasi dengan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pembangunan jaringan irigasi.

Jika target tercapai, Manggarai Barat berpotensi menjadi salah satu lumbung pangan baru di kawasan Nusa Tenggara Timur, sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional.**