“Hasil pendalaman tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan rekomendasi kebijakan kepada Pemerintah Daerah agar tata kelola kepariwisataan Manggarai Barat semakin berkelanjutan,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam opininya, Eva Bachtiar mengungkapkan penelitian WRI Indonesia bersama Garda Pangan memperkirakan Labuan Bajo menghasilkan sekitar 4.836 ton sampah makanan sepanjang 2024.

Sebanyak 52 persen berasal dari sektor nonrumah tangga seperti hotel, restoran, kapal wisata, dan usaha jasa makanan, sementara 48 persen berasal dari rumah tangga.

Penelitian itu juga mencatat sebagian sampah makanan masih berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), laut, bahkan dibakar, sehingga dinilai memerlukan penguatan kebijakan, infrastruktur, dan kolaborasi lintas sektor agar sejalan dengan visi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan.**