LABUANBAJOVOICE.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat kinerja positif pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sepanjang Triwulan I 2026.
Realisasi PAD periode Januari hingga Maret 2026 meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Bapenda Manggarai Barat, Maria Yuliana Rotok, mengungkapkan bahwa hingga akhir Maret 2026, total realisasi PAD mencapai Rp46.072.766.727,89. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi Maret 2025 sebesar Rp42.057.455.971,41.
“Total realisasi PAD hingga Maret 2026 mencapai Rp46.072.766.727,89, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan realisasi Maret 2025 sebesar Rp42.057.455.971,41,” kata Maria Yuliana Rotok dalam rapat evaluasi laporan PAD Triwulan I 2026 di ruang rapat Satgas MBG, Kamis (23/04/2026).
Pemerintah daerah menetapkan target PAD tahun 2026 sebesar Rp310.614.054.449,00. Dari capaian sementara, sektor pajak daerah masih menjadi penyumbang terbesar.
Realisasi pajak daerah hingga Maret 2026 tercatat sebesar Rp30.867.536.197,36, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp27.862.243.233,00.
“Sementara itu, realisasi retribusi daerah tercatat Rp14.520.977.162,00, meningkat sekitar 8 persen dari tahun 2025 sebesar Rp13.442.381.419,00,” ujarnya.
Pada sektor retribusi, jasa umum menjadi kontributor dengan pertumbuhan paling signifikan, yakni sebesar 13 persen dengan realisasi Rp13.459.045.872,00.
Meski secara umum meningkat, beberapa sektor masih menunjukkan kinerja negatif. Retribusi jasa usaha mengalami penurunan sebesar -19 persen dengan realisasi Rp739.514.500,00.
Sementara itu, retribusi perizinan tertentu turun lebih tajam hingga -44 persen dengan capaian Rp322.416.790,00.
Selain itu, komponen lain-lain PAD yang sah juga mengalami penurunan sebesar -9 persen, dengan realisasi Rp684.253.368,53.
Hingga Triwulan I 2026, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan belum memberikan kontribusi terhadap PAD.
“Di sisi lain, komponen lain-lain PAD yang sah juga mengalami penurunan sebesar -9 persen, dengan realisasi Rp684.253.368,53. Adapun hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan belum memberikan kontribusi pada triwulan ini,” jelasnya.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Manggarai Barat, Aloisius Lahi, menilai capaian tersebut patut diapresiasi, namun tetap harus menjadi bahan evaluasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Kita cukup berbesar hati dengan adanya peningkatan 10 persen dari tahun sebelumnya, namun kita harus melihat juga kendala apa yang dihadapi tiap OPD sebagai bahan evaluasi kita bersama sehingga kita bisa menemukan kiat-kiat untuk bisa mencapai target PAD kita,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antar-OPD untuk mengidentifikasi hambatan di masing-masing sektor, sekaligus merumuskan strategi konkret guna mengoptimalkan potensi pendapatan daerah pada triwulan berikutnya.**






Tinggalkan Balasan