LABUANBAJOVOICE.COM – Bakal Calon Kepala Desa (Cakades) Golo Mori, Mohamad Jahidin, resmi memperoleh nomor urut 4 dalam pengundian nomor urut calon Kepala Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis, 6 Agustus 2026.

Pengundian yang digelar Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Golo Mori tersebut berlangsung di Kantor Desa Golo Mori. Jahidin hadir bersama keluarga, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ratusan pendukung.

Nomor urut 4 langsung dimaknai Jahidin sebagai simbol semangat pembangunan yang akan menjadi pijakannya apabila mendapat mandat masyarakat untuk memimpin Desa Golo Mori.

Ia menegaskan, pemerintahan desa ke depan harus dibangun dengan tata kelola yang solid, adil, transparan, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Nomor urut 4 menjadi simbol keberlanjutan dan empat pilar pembangunan yang siap kami wujudkan untuk Desa Golo Mori, yakni penguatan ekonomi warga, kesiapan sumber daya manusia pariwisata, pembangunan infrastruktur lokal, serta pelestarian budaya,” kata Jahidin.

Jahidin melihat posisi Golo Mori semakin strategis seiring berkembangnya kawasan pariwisata yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Menurut dia, keberadaan kawasan pariwisata dan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) bertaraf internasional harus membuka ruang yang lebih besar bagi masyarakat lokal untuk terlibat langsung.

“Sebagai kawasan penopang utama MICE ITDC, warga Golo Mori tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku utama dalam industri pariwisata berkelas dunia,” tegasnya.

Ia menilai pembangunan kawasan pariwisata tidak cukup hanya diukur dari meningkatnya investasi maupun jumlah wisatawan. Lebih jauh, pertumbuhan tersebut harus mampu menciptakan kesempatan ekonomi bagi masyarakat desa.

Karena itu, jika dipercaya memimpin Desa Golo Mori, Jahidin berkomitmen mendorong sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha lokal, serta pengembangan kawasan pariwisata.

Ia ingin Golo Mori tidak sekadar menjadi desa penyangga kawasan wisata, tetapi berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Manggarai Barat.

Menurut Jahidin, potensi tersebut harus dimanfaatkan dengan menyiapkan sumber daya manusia lokal agar mampu mengambil peran dalam berbagai sektor yang tumbuh seiring perkembangan pariwisata.

“Pengembangan kawasan pariwisata harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa. Pemerintah desa harus mampu menyinergikan potensi lokal dengan perkembangan kawasan ITDC agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh warga,” ujarnya.

Dalam gagasan pembangunannya, Jahidin mengusung empat pilar yang menjadi fokus utama.

Pertama, penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi dan usaha warga.

Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama untuk menyiapkan masyarakat agar mampu mengambil peluang dari perkembangan sektor pariwisata.

Ketiga, pembangunan infrastruktur lokal, termasuk pembangunan yang menjangkau wilayah hingga tingkat RT/RW.

Keempat, pelestarian budaya sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Golo Mori sekaligus modal sosial dalam pengembangan pariwisata.

Selain empat pilar tersebut, Jahidin juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan desa.

Ia berharap pemerintahan desa nantinya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu memperkuat kapasitas masyarakat sebagai pelaku pembangunan.

Jahidin juga mengaitkan nomor urut 4 dengan nilai yang terkandung dalam Sila Keempat Pancasila, khususnya semangat musyawarah dan pengambilan keputusan yang mengedepankan kepentingan masyarakat.

Bagi dia, pemerintahan desa harus menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, mengawasi pembangunan, sekaligus terlibat dalam menentukan arah kebijakan desa.

Konsep tersebut, kata dia, penting agar pembangunan tidak hanya terpusat pada wilayah tertentu, tetapi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Golo Mori.

Di tengah kompetisi Pilkades Golo Mori, Jahidin juga mengingatkan seluruh pendukung dan masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai alasan untuk memutus hubungan persaudaraan.

Ia menyebut Pilkades sebagai bagian dari proses demokrasi di tingkat desa yang harus dijalankan secara damai dan bermartabat.

“Kontestasi ini adalah pesta demokrasi. Mari kita hadapi dengan damai, tetap menjaga silaturahmi, saling menghormati, dan mengedepankan persaudaraan. Siapa pun yang terpilih nanti adalah pilihan masyarakat yang harus kita dukung bersama demi kemajuan Desa Golo Mori,” jelasnya.

Jahidin mengaku tetap optimistis menghadapi tahapan pemungutan suara. Baginya, nomor urut hanyalah identitas dalam kontestasi, sementara keputusan akhir berada di tangan masyarakat Golo Mori.

Dalam pengundian nomor urut tersebut, terdapat empat calon Kepala Desa Golo Mori. Sukarman memperoleh nomor urut 1, Abdul Arsad nomor urut 2, Muhamad Said G nomor urut 3, sedangkan Mohamad Jahidin mendapatkan nomor urut 4.

Kontestasi tersebut kini memasuki tahapan penting menuju pemungutan suara. Masyarakat Golo Mori akan menentukan sosok yang dinilai paling mampu membawa pemerintahan desa ke arah pembangunan yang inklusif, transparan, sekaligus mampu menangkap peluang ekonomi dari perkembangan kawasan pariwisata di wilayah tersebut.**