“Karena itu hari ini kami bertemu langsung dengan pemerintah daerah, industri, asosiasi serta para pemangku kepentingan pariwisata untuk mendengar langsung kondisi dan kebutuhan mereka pasca bencana.” kata Menpar Widiyanti.
Widiyanti menegaskan, kunjungannya ke Labuan Bajo juga menjadi momentum untuk mendengar secara langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi pelaku pariwisata pascabencana.
Ia menyebut sejumlah organisasi pariwisata turut menyampaikan masukan, di antaranya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), ASITA, Asosiasi Usaha Wisata Bahari dan Tirta, serta Asosiasi Pramuwisata.
“Namun yang paling penting, saya datang di sini untuk mendengar dan tadi ada dari pihak PHRI, ASITA, Asosiasi Usaha Wisata Bahari dan Tirta, Asosiasi Pramuwisata dan sebagainya tadi kami sudah mendengar.” ujarnya.
Menurut dia, berbagai masukan tersebut menjadi bahan untuk menentukan langkah perbaikan dan penanganan sektor pariwisata di lapangan.
“Tadi untuk mendengar dan mencatat juga memberi arahan apa yang menjadi kebutuhan di lapangan dan apa yang perlu kita perbaiki bersama.” kata Menpar.





Tinggalkan Balasan