Menurut dia, wisatawan China kini mendominasi kunjungan internasional ke destinasi super prioritas tersebut.

“Dengan data yang ada, sekarang kunjungan wisatawan turis China ke Labuan Bajo meningkat tajam. Bahkan hampir 85 persen wisatawan yang datang sejak Januari hingga Mei berasal dari China,” kata Charles kepada wartawan.

Lonjakan wisatawan itu, lanjut Charles, mendorong Konjen RRT meminta agar fasilitas informasi publik di bandara mulai dilengkapi dengan bahasa Mandarin. Mulai dari papan petunjuk keberangkatan, kedatangan, hingga layanan informasi wisata.

“Permintaan dari Konjen agar ke depan disiapkan ruang informasi dalam bahasa Mandarin. Tulisan-tulisan dan sign di area keberangkatan maupun kedatangan juga diharapkan tersedia dalam bahasa Mandarin,” ujarnya.

Selain fasilitas bahasa, Konjen RRT juga menyoroti pentingnya penyediaan literasi wisata dalam bahasa Mandarin di kawasan bandara maupun pusat oleh-oleh.

Menurut Charles, wisatawan China memiliki minat tinggi terhadap informasi budaya dan destinasi yang mereka kunjungi.