“Ajang PSSI yang kedua ini untuk menggali potensi anak-anak muda yang ada di Kabupaten Manggarai Barat,” tutur Yono.

Untuk memastikan pemain potensial tidak berhenti pada kompetisi tingkat kabupaten, PSSI Manggarai Barat juga menerjunkan tim scouting atau pemandu bakat.

Pemain yang dinilai memiliki kemampuan dan potensi akan dipantau serta diseleksi untuk mendapatkan kesempatan memperkuat Manggarai Barat dalam kompetisi sepak bola tingkat provinsi maupun regional.

Langkah tersebut membuat PSSI Cup II tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses regenerasi pemain sepak bola daerah.

Ketua Panitia PSSI Cup II Manggarai Barat 2026, Ahyar Abadi, melaporkan kebutuhan anggaran penyelenggaraan turnamen mencapai sekitar Rp375 juta.

Namun, hingga pertandingan pembukaan digelar, panitia baru mengantongi sekitar 35 persen dari total kebutuhan anggaran.

Sementara itu, sekitar 65 persen kebutuhan anggaran lainnya masih akan dihimpun selama turnamen berlangsung melalui dukungan sponsor, biaya pendaftaran peserta, serta donatur.