LABUANBAJOVOICE.COM — Tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Taman Nasional Komodo (TNK) kembali menyorot wajah pengelolaan pariwisata Labuan Bajo yang dinilai belum berorientasi pada keselamatan wisatawan.
Insiden yang menewaskan sejumlah wisatawan mancanegara asal Spanyol ini dinilai sebagai peringatan keras atas lemahnya sistem manajemen kepariwisataan di daerah super prioritas tersebut.
Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Benediktus Nurdin, dengan tegas menyebut peristiwa ini sebagai gambaran nyata buruknya tata kelola pariwisata Labuan Bajo.
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Paripurna DPRD Manggarai Barat Masa Sidang II Tahun Sidang 2025–2026 yang berlangsung di Ruangan Utama Gedung DPRD Manggarai Barat, Selasa (6/1/2026).
“Satu hal yang pasti bahwa peristiwa duka ini menggambarkan betapa buruknya manajemen pengelolaan pariwisata di Labuan Bajo,” kata Benediktus Nurdin yang akrab disapa Beni Nurdi.
Menurut politisi Partai NasDem itu, kehadiran investor memang dibutuhkan untuk menggerakkan roda perekonomian daerah, namun keselamatan manusia tidak boleh dikorbankan demi keuntungan bisnis semata.
“Kita sepakat bahwa kita sangat membutuhkan kehadiran investor untuk menggerakkan roda perekonomian daerah, namun kita menolak investor yang mengejar laba mengabaikan nyawa,” tegasnya.
Melalui momentum tragedi ini, Beni Nurdin kembali menegaskan pentingnya pembenahan menyeluruh terhadap sistem kepariwisataan di Manggarai Barat, khususnya menyangkut standar keselamatan pelayaran wisata.
“Melalui momen ini saya menegaskan untuk melakukan pembenahan sistem kepariwisataan kita,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang terus bekerja tanpa henti dalam upaya pencarian para korban WNA Spanyol sejak hari pertama insiden terjadi.
Sementara itu, Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu korban yang diduga merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol dari tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, kepada media, Selasa (6/1/) menjelaskan bahwa informasi penemuan korban diterima dari nelayan setempat sekitar pukul 14.30 Wita.
“Mereka menemukan bangkai kapal KM Putri Sakinah yang didalamnya terdapat 1 (satu) orang korban dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Fathur.
Korban ditemukan bersama bangkai kapal pada koordinat 08°36’35,139″ S – 119°40’36,826″ E, dengan jarak sekitar 7,48 nautical mile dari lokasi awal kapal dilaporkan tenggelam.
Selanjutnya, Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR Puntadewa 250 untuk mengevakuasi bangkai kapal beserta korban menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Korban kemudian diserahkan kepada Tim DVI Polres Manggarai Barat untuk proses identifikasi lebih lanjut.
“Tim SAR Gabungan hari ini melaksanakan pencarian 2 WNA Spanyol yang memasuki hari ke duabelas, dengan melaksanakan penyisiran di pulau-pulau terdekat, penurunan sonar serta penyelaman,” tambah Fathur.
Kapal wisata KM Putri Sakinah mengalami kecelakaan laut saat melakukan kunjungan wisata di kawasan Taman Nasional Komodo. Pada Jumat malam (26/12/2025), kapal bertolak dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar.
Namun sekitar pukul 20.30 Wita, kapal mengalami mati mesin akibat gelombang tinggi yang menyebabkan air laut masuk ke dalam kapal.
Kondisi tersebut membuat kapal kehilangan kendali hingga akhirnya tenggelam.
KM Putri Sakinah mengangkut satu rombongan wisatawan keluarga asal Spanyol, yakni Martin Carreras Fernando, Pelatih Sepak Bola Valencia FC Femenino B (Putri), dan Ortuno Andrea (istri).
Kemudian keempat anak-anak mereka diantaranya Martin Garcia Mateo (laki-laki), Martines Ortuno Enriquejavier (laki-laki), Martines Ortuno Maria Lia (perempuan), dan Mar Martinez Ortuno (perempuan).
Dalam peristiwa tersebut, Ortuno Andrea dan Mar Martinez Ortuno berhasil selamat bersama tiga ABK, satu kapten kapal, dan satu orang pemandu wisata.
Sementara korban yang dinyatakan tidak selamat adalah Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Enriquejavier, dan Martines Ortuno Maria Lia.
Korban pertama yang ditemukan adalah Martines Ortuno Maria Lia, pada Senin (29/12/2025) pukul 06.30 Wita di pesisir utara Pulau Serei, Labuan Bajo.
Kemudian Martin Fernando Carreras ditemukan pada Minggu (4/1/2026) oleh RIB KPJ 2007 Ditpolair Polda NTT di koordinat 8°36’32.58″S – 119°36’32.22″E, berjarak sekitar 1,13 nautical mile dari lokasi kejadian.
Pada hari ini, Tim SAR kembali menemukan satu korban dugaan WNA Spanyol, namun identitasnya masih dalam proses identifikasi apakah Martin Garcia Mateo atau Martines Ortuno Enriquejavier.**





Tinggalkan Balasan