LABUNABJOVOICE.COM – Kepala Desa Pacar, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Yulianus Sarmudin, secara resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya kepada Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi.
Pengunduran diri tersebut tertuang dalam surat resmi yang kini telah beredar dan diperoleh media pada Senin (12/1/2026).
Berdasarkan dokumen surat pengunduran diri yang diterima redaksi, Yulianus Sarmudin mengajukan permohonan tersebut pada 7 Januari 2026.
Surat itu ditujukan langsung kepada Bupati Manggarai Barat dengan tembusan kepada Camat Pacar, Ketua BPD Desa Pacar, serta arsip pemerintahan desa.
Dalam surat resmi tersebut, Yulianus Sarmudin menyatakan secara tegas pengunduran dirinya dari jabatan Kepala Desa Pacar, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, untuk masa jabatan 2022–2030 yang masih tersisa cukup panjang.
“Pengunduran diri ini saya ajukan dengan pertimbangan kondisi kesehatan saya yang tidak memungkinkan lagi untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Kepala Desa secara optimal,” tulis Kades Pacar itu.
Alasan kesehatan menjadi faktor utama yang mendasari keputusan tersebut. Dalam konteks pemerintahan desa, kondisi fisik dan mental kepala desa dinilai sangat menentukan keberlangsungan pelayanan publik, pembangunan desa, serta stabilitas pemerintahan di tingkat lokal.
Lebih lanjut, putra kelahiran Herang, 17 Februari 1972 itu juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepadanya selama menjabat.
“Pada kesempatan ini, saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Manggarai Barat dan seluruh pihak terkait atas kepercayaan serta kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk mengabdi sebagai Kepala Desa Pacar selama ini,” ungkapnya.
Dalam surat tersebut, Yulianus juga menegaskan bahwa keputusan pengunduran diri ini diambil secara sadar dan tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun, sekaligus menyerahkan sepenuhnya keputusan akhir kepada Bupati Manggarai Barat.
“Saya menyatakan bahwa surat pengunduran diri ini dibuat dengan penuh kesadaran, tanpa adanya tekanan atau paksaan dari pihak mana pun, dan besar harapan saya kiranya Bapak Bupati berkenan mempertimbangkan permohonan ini,” sambungnya.**





Tinggalkan Balasan