Keputusan Samaila untuk tidak kembali bertarung dalam Pilkades Golo Mori 2026 menjadi sinyal kuat dimulainya fase regenerasi kepemimpinan di desa tersebut.
Setelah memimpin selama delapan tahun, ia memilih memberikan ruang kepada generasi berikutnya untuk menawarkan gagasan, inovasi, dan arah pembangunan baru bagi Golo Mori.
Di tengah meningkatnya dinamika politik desa menjelang Pilkades, sikap legawa yang ditunjukkan petahana diharapkan dapat menjadi contoh bagi seluruh kontestan dan pendukung agar tetap menjaga persaudaraan serta menjadikan demokrasi sebagai sarana memperkuat persatuan masyarakat.**
Halaman





Tinggalkan Balasan