Menurutnya, perpecahan akibat politik desa hanya akan menghambat pembangunan yang sedang berjalan.

“Kalau kita pecah berarti kita tidak bisa membangun. Oleh karena itu, tatkala kita ingin membangun desa, kita harus bersatu. Perbedaan pilihan itu sudah mutlak karena memang demokrasi itu seperti itu. Tetapi jangan jadikan perbedaan di dalam pilkades akan terbawa terus sehingga nanti korban masyarakat,” tegasnya.

Samaila juga memberikan pesan khusus kepada panitia Pilkades agar menjaga integritas selama proses pemilihan berlangsung.

Menurutnya, panitia merupakan ujung tombak keberhasilan penyelenggaraan Pilkades yang demokratis dan bermartabat.

“Untuk panitia harus independen dan tetap netral. Karena mereka satu-satunya ujung tombak keberhasilan pilkades itu ada di panitia,” katanya.

Ia mengingatkan agar panitia tidak melayani kepentingan kandidat tertentu yang dapat mencederai proses demokrasi.

“Jangan ada terima pesanan. Misalnya ada kandidat yang memesan saya harus membuat sesuatu supaya saya menang, itu tidak bisa. Harus netral, tetap berada di atas aturan sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegas Samaila.