LABUANBAJOVOICE.COM – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menggandeng Yayasan Insan Bumi Mandiri (IBM) meluncurkan Program Glorious Golo Mori: Integration of Hospitality Talent and Local MSMEs into the Tourism Value Chain sebagai upaya memperkuat keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan.
Program yang berlangsung hingga Desember 2026 itu menargetkan pelatihan bagi 15 talenta hospitality muda serta pendampingan terhadap 10 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Golo Mori agar mampu menjadi bagian dari rantai nilai industri pariwisata yang berkembang di kawasan tersebut.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ITDC yang berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus penguatan ekonomi masyarakat lokal.
General Manager The Golo Mori, Aji Munarwiyanto, menegaskan bahwa pembangunan destinasi wisata tidak hanya dinilai dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat sekitar memperoleh manfaat ekonomi dan memiliki ruang untuk terlibat secara aktif.
“Kami ingin masyarakat Golo Mori tidak hanya menjadi saksi perkembangan pariwisata, tetapi menjadi pelaku utama yang tumbuh dan berkembang bersama pariwisata itu sendiri,” kata Aji.
Menurutnya, Program Glorious Golo Mori diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia dan pelaku usaha lokal yang siap menjadi bagian dari ekosistem pariwisata berkelanjutan di wilayah tersebut.
“Program ini juga menjadi upaya untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar semakin siap berpartisipasi dalam berbagai peluang yang tumbuh bersama perkembangan sektor pariwisata di kawasan ini,” ujar Aji.
Pelaksanaan program secara resmi dimulai melalui kegiatan sosialisasi dan pre-test yang digelar di Beach Shelter The Golo Mori pada Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan warga Desa Golo Mori, pemuda desa, pelaku UMKM, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan yang akan berkolaborasi selama program berlangsung.
Program Glorious Golo Mori dirancang melalui dua pendekatan utama, yakni Hospitality Talent Journey dan Golo Mori Local Business Journey, yang saling melengkapi untuk memperkuat kapasitas masyarakat di sektor jasa dan ekonomi kreatif.
Pada jalur Hospitality Talent Journey, sebanyak 15 pemuda Desa Golo Mori akan mendapatkan pembekalan mengenai bahasa Inggris pariwisata, dasar-dasar pelayanan hospitality, teknik pemanduan wisata, kemampuan storytelling, hingga simulasi pelayanan wisata secara langsung.
Pelatihan tersebut disusun untuk menyesuaikan kebutuhan industri pariwisata yang berkembang di kawasan super prioritas Labuan Bajo dan sekitarnya, sehingga peserta memiliki kesiapan memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha berbasis jasa wisata.
Sementara itu, melalui Golo Mori Local Business Journey, 10 pelaku UMKM akan memperoleh pendampingan intensif dalam pengembangan produk, penguatan kualitas usaha, strategi branding, digitalisasi pemasaran, serta perluasan akses pasar.
Pendampingan difokuskan pada pengembangan produk berbasis potensi lokal, mulai dari olahan pangan, produk turunan kelapa, hingga berbagai usaha masyarakat yang berpotensi mendukung aktivitas pariwisata di kawasan Golo Mori.
Yayasan Insan Bumi Mandiri (IBM) sebagai mitra pelaksana akan mendampingi seluruh tahapan program hingga akhir tahun. Lembaga filantropi tersebut memiliki pengalaman dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal di berbagai wilayah Indonesia.
Selain pelatihan, peserta juga akan mengikuti praktik lapangan, pengembangan produk, market testing, pameran hasil program, hingga pembentukan talent pool dan jejaring kemitraan dengan pelaku industri pariwisata.
Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga membuka akses yang lebih luas untuk terlibat secara langsung dalam aktivitas ekonomi pariwisata di Golo Mori.
ITDC menilai pembangunan destinasi masa depan harus berjalan seiring dengan penguatan kapasitas masyarakat sekitar agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan.
“ITDC berharap program ini dapat memperkuat kapasitas masyarakat lokal sekaligus membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat berperan sebagai pelaku utama dalam pengembangan destinasi dan menikmati manfaat pertumbuhan sektor pariwisata secara lebih luas,” pungkas Aji.**





Tinggalkan Balasan