LABUANBAJOVOICE.COM – Sebanyak 12 influencer asal Malaysia menyaksikan pertunjukan tarian tradisional Manggarai dan alat musik Sasando dalam kegiatan promosi pariwisata di Natas Parapuar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu, 7 Maret 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Weekend at Parapuar yang digelar pukul 17.00–18.00 WITA di kawasan perbukitan dengan ketinggian sekitar 238 meter di atas permukaan laut.
Atraksi budaya ditampilkan di ruang terbuka dengan latar panorama Labuan Bajo, menonjolkan kekayaan tradisi Flores melalui musik dan tarian khas daerah.
Dalam pertunjukan tersebut, sanggar seni Tate Kind Art menampilkan tarian tradisional Manggarai, diiringi alunan alat musik khas Nusa Tenggara Timur, Sasando.
Selain itu, pengunjung juga diperlihatkan permainan tradisional Manggarai Rangkuk Alu, yang menjadi salah satu atraksi budaya yang jarang ditemui wisatawan mancanegara.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andy M. T. Marpaung, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi promosi pariwisata antara pemerintah, maskapai penerbangan, dan industri pariwisata lokal.
Menurut Andy, sebanyak 12 influencer dari Kuala Lumpur mengikuti program familiarization trip (famtrip) selama empat hari di Labuan Bajo.
Program ini, kata dia, difokuskan untuk memperkenalkan pengalaman wisata darat yang selama ini belum banyak dikenal wisatawan internasional.
“Tujuan utama adalah memperkuat rute Kuala Lumpur–Labuan Bajo dan menunjukkan kekayaan budaya serta lanskap darat yang belum banyak dikenal pasar global,” jelas Andy.
Kolaborasi promosi ini melibatkan AirAsia sebagai mitra utama dalam aspek aksesibilitas penerbangan, sementara BPOLBF berperan sebagai fasilitator dan kurator destinasi. Dukungan juga datang dari berbagai pelaku industri pariwisata lokal di Labuan Bajo.
Sejumlah mitra yang terlibat antara lain Taaktana Luxury Collection, AYANA Komodo Waecicu Beach, Sudamala Resort Komodo, Komodo Shuttle, Menjaga Bay, Le Bajo Restaurant, serta La Maln Voyage.
Andy menjelaskan, kehadiran para influencer diharapkan menghasilkan materi promosi digital yang mampu memperluas jangkauan pasar wisata Labuan Bajo di kawasan Asia Tenggara.
“Hasil yang diharapkan antara lain peningkatan brand awareness bahwa Labuan Bajo ramah untuk wisata darat, peningkatan trafik pencarian rute penerbangan AirAsia, dan tersedianya aset promosi berupa foto serta video berkualitas tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, BPOLBF ke depan akan mengembangkan konsep storytelling pariwisata yang tidak hanya berfokus pada kawasan Taman Nasional Komodo, tetapi juga pada kekayaan daratan Pulau Flores.
“Kami berusaha membangun storytelling yang menceritakan daratan Pulau Flores beserta kekayaan budaya di 11 kabupaten di pulau ini,” kata Andy.
Selama empat hari berada di Labuan Bajo, para influencer Malaysia dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi wisata alam, budaya, dan kuliner.
Program ini diharapkan mampu memperkuat promosi destinasi sekaligus membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan dari Malaysia ke Labuan Bajo.**





Tinggalkan Balasan