Pius berharap perhatian dan kepedulian tersebut dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk bangkit dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana keakraban dan kekeluargaan. Kehadiran jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi NTT bersama peserta PKN Tingkat II Angkatan XIX menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas di tengah masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga negara, masyarakat maupun para donatur.

Melalui aksi sosial tersebut, jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi NTT menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadiran itu tidak hanya diwujudkan melalui tugas pelayanan keimigrasian, tetapi juga melalui aksi sosial dan kepedulian kemanusiaan.**