Kepala Subseksi Intelijen Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Maulana Yusuf, menjelaskan bahwa Kabupaten Manggarai memiliki dinamika mobilitas orang asing yang cukup beragam.

Menurutnya, berdasarkan data keimigrasian, keberadaan WNA di wilayah tersebut didominasi wisatawan mancanegara, rohaniawan, serta tenaga kerja asing (TKA) yang terlibat dalam berbagai proyek pembangunan dan sektor jasa.

“Sangat penting bagi kita untuk memiliki pemahaman yang sama mengenai karakteristik WNA di Manggarai. Melalui data izin tinggal yang aktif, kita dapat memetakan potensi risiko serta memastikan bahwa setiap aktivitas mereka di sini tetap mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Maulana.

Menurut dia, keberadaan TIMPORA bukan sekadar wadah formal koordinasi, melainkan instrumen penting dalam pertukaran data dan informasi antarlembaga. Kolaborasi tersebut dinilai mampu mendukung pelaksanaan operasi gabungan serta menghasilkan rekomendasi strategis terkait keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayah Manggarai.