LABUANBAJOVOICE.COM — Komitmen dunia industri dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata kembali diperlihatkan oleh Meruorah Komodo Labuan Bajo.
Hotel bintang lima ini terlibat langsung dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa kelas XII Program Keahlian Kuliner di SMK Negeri 1 Labuan Bajo.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026 tersebut menghadirkan tenaga profesional dari industri perhotelan sebagai penguji eksternal untuk memastikan standar kompetensi lulusan sejalan dengan kebutuhan industri hospitality, khususnya di destinasi super prioritas Labuan Bajo.
General Manager Meruorah Komodo Labuan Bajo, Rudy H. Butar Butar, menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari komitmen jangka panjang hotel dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi di Manggarai Barat.
“Meruorah berkomitmen penuh mendukung pendidikan anak-anak sekolah di Manggarai Barat,” ujar Rudy H. Butar Butar.
Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan pariwisata Labuan Bajo adalah melalui pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri.
Lebih lanjut ia menambahkan, dunia usaha tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pendidikan vokasi.
“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton, tetapi aktif menjadi jembatan agar para siswa siap kerja dan memiliki standar global saat lulus nanti. Ini adalah komitmen jangka panjang kami untuk tanah Manggarai Barat,” tegasnya.
Delegasi Meruorah dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Gede Adi Yulyawan yang saat ini menjabat sebagai Executive Assistant Manager.
Ia memiliki latar belakang sebagai mantan Executive Chef serta pemegang sertifikasi Assessor Audit HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point).
Dalam sesi pengarahan bersama kepala sekolah dan tim penguji, Adi menekankan bahwa kesiapan mental serta kemampuan komunikasi menjadi faktor penting bagi lulusan yang ingin berkarier di industri perhotelan global.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pihak sekolah yang melibatkan praktisi industri dalam proses evaluasi kompetensi siswa.
“Untuk menghadapi realita dunia industri yang kompetitif, penguasaan teknik memasak saja tidak cukup,” ujar Gede Adi Yulyawan.
Menurutnya, keterampilan tambahan seperti penguasaan bahasa asing menjadi kebutuhan penting bagi tenaga kerja pariwisata di kawasan destinasi internasional.
“Anak-anak harus dibekali dengan pemantapan bahasa asing, minimal Bahasa Inggris, agar mampu bersaing di kancah internasional, terutama di destinasi super prioritas seperti Labuan Bajo,” katanya.
Tepat pukul 08.30 WITA, dapur praktik SMK Negeri 1 Labuan Bajo berubah menjadi simulasi dapur profesional.
Para peserta UKK ditantang menyajikan rangkaian menu lengkap atau full course meal yang terdiri dari sandwich, salad, sup, hingga menu utama berbahan dasar daging.
Selama ujian berlangsung, standar disiplin tinggi diterapkan sebagaimana di industri perhotelan profesional. Peserta diwajibkan menjaga ketepatan waktu, kebersihan area kerja, serta mematuhi aturan dapur yang ketat.
Ketegangan meningkat saat memasuki tahap pengolahan sup dan menu utama. Dalam proses penilaian, Adi menemukan salah satu momen yang menurutnya cukup mengesankan.
Menurut Adi, ada hal unik terjadi ketika salah satu peserta berani mengambil risiko memasak Beef Bourguignon. Hidangan klasik Perancis ini biasanya membutuhkan proses memasak semalaman untuk mencapai tekstur yang sempurna.
“Keberanian dan teknik yang ditunjukkan sangat patut diapresiasi,” tambah Adi.
Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri ini, diharapkan lulusan SMK Negeri 1 Labuan Bajo tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kepercayaan diri serta standar kompetensi yang diakui oleh industri pariwisata.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang mampu bersaing secara global sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata di Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia.**





Tinggalkan Balasan