LABUANBAJOVOICE.COM — Momentum bulan suci Ramadan, Hari Raya Nyepi, dan Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama para tenant di kawasan pariwisata yang dikelolanya untuk menghadirkan rangkaian program tematik serta promo spesial bagi wisatawan.

Program tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman liburan yang lebih berkesan dan bermakna, mulai dari kebersamaan saat berbuka puasa, refleksi spiritual dalam keheningan Nyepi, hingga momen liburan keluarga saat Idulfitri.

Inisiatif ini juga selaras dengan kampanye “Sacred Silence & Sacred Light: Bersama Ciptakan Perjalanan Penuh Makna” yang diusung InJourney Group.

Di kawasan The Nusa Dua, sejumlah hotel menghadirkan berbagai program Ramadan melalui paket berbuka puasa (iftar) dengan sajian kuliner Nusantara hingga internasional.

Hotel Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort menawarkan program Chic Iftar Dinner, sementara The Westin Resort Nusa Dua menghadirkan paket Rantang Ramadan.

Sejumlah hotel lain seperti Renaissance Bali Nusa Dua Resort, Bali Nusa Dua Hotel, dan Merusaka Nusa Dua juga menawarkan paket iftar Ramadan dengan konsep kuliner yang beragam.

Memasuki Hari Raya Nyepi, sejumlah hotel di kawasan tersebut menghadirkan paket menginap bernuansa reflektif seperti Nyepi Retreat dan Silent Escape.

Program ini ditawarkan oleh Ayodya Resort Bali, Grand Whiz Hotel Nusa Dua, Novotel Bali Nusa Dua, Nusa Dua Beach Hotel & Spa, Amarterra Villas Resort Bali Nusa Dua, Paradisus by Meliá Bali, serta The Grand Bali Nusa Dua.

Sementara itu, untuk menyambut Idulfitri, beberapa hotel seperti Merusaka Nusa Dua dan Ayodya Resort Bali menghadirkan program liburan keluarga yang memadukan kenyamanan menginap dengan berbagai aktivitas rekreasi di kawasan pariwisata terintegrasi berstandar internasional.

Direktur Komersial dan Marketing InJourney Tourism Development Corporation, Febrina Mediana, mengatakan periode Ramadan, Nyepi, dan Idulfitri merupakan momentum penting dalam kalender pariwisata nasional.

“Ramadan, Nyepi, dan Idulfitri menjadi periode strategis bagi sektor pariwisata,” ujar Febrina, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, kolaborasi dengan para tenant di kawasan wisata menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang relevan dengan karakter masing-masing destinasi.

“Melalui sinergi bersama para tenant, kami berupaya menghadirkan pengalaman yang selaras dengan karakter masing-masing kawasan,” ujarnya.

Setiap destinasi, kata dia, memiliki positioning yang berbeda, sehingga wisatawan dapat memilih pengalaman yang sesuai mulai dari kebersamaan di bulan Ramadan, refleksi saat Nyepi, maupun liburan keluarga saat Idulfitri.

Febrina menambahkan, momentum Ramadan, Nyepi, dan Idulfitri tidak hanya berdampak pada tingkat hunian hotel, tetapi juga memberi efek ekonomi yang lebih luas bagi kawasan sekitar.

“Kami optimistis sinergi bersama para tenant di tiga destinasi ini dapat mendorong peningkatan kunjungan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di sekitar kawasan,” ungkapnya.

Menurut dia, ITDC ingin memastikan setiap wisatawan memperoleh pengalaman yang menyenangkan sekaligus berkesan selama periode liburan tersebut.

“Lebih dari itu, kami ingin memastikan setiap wisatawan memperoleh pengalaman yang menyenangkan dan berkesan selama periode istimewa ini,” katanya.**