Ia juga menyoroti masih adanya pandangan keliru di tengah masyarakat yang menganggap Bulan Muharam sebagai bulan yang membawa kesialan.

“Pemahaman seperti ini mengandung unsur kesyirikan, karena semua bulan pada hakikatnya adalah baik,” tegasnya.

Menurut Muhammad Kasim, Islam mengajarkan bahwa setiap waktu merupakan anugerah yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah, bukan dipenuhi prasangka yang tidak memiliki dasar dalam ajaran agama.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Manggarai Timur, Edy Gunawan, menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum memperkuat silaturahmi dan membangun kesadaran generasi muda terhadap sejarah perjuangan Islam.

Dikatakan Edy, mentari di bumi Nanga Mbaur bersinar terang, berjajar sawah hijau penuh harapan. Ansor tangguh bergerak maju menuju Indonesia Emas 2045.

“Tepat 10 Muharam menjadi hari duka bagi umat Islam. Oleh karena itu, kami berinisiatif melaksanakan kegiatan ini dengan mengusung tema ‘Mari Jadikan Tahun Baru Islam sebagai Awal untuk Memperkuat Ibadah dan Keikhlasan Hati’.” ujar Edy.