Menurutnya, status Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas Nasional telah membawa pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, kata dia, di balik perkembangan tersebut, muncul sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian serius dan pengawasan yang lebih mendalam.

Persoalan yang dimaksud mencakup perlindungan lingkungan hidup, penataan ruang kawasan wisata, pengelolaan pelabuhan dan kapal wisata, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai ekonomi pariwisata.

Kanisius menilai, manfaat ekonomi sektor pariwisata belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Karena itu, tambahnya, keberadaan pansus diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai hambatan sekaligus merumuskan rekomendasi yang dapat memperkuat posisi masyarakat lokal dalam pembangunan pariwisata.

“Sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas Nasional, Labuan Bajo telah berkembang pesat. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari perlindungan lingkungan hidup, tata ruang, pengelolaan pelabuhan dan kapal wisata, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga keterlibatan masyarakat lokal, UMKM, petani, nelayan, dan pelaku usaha daerah dalam menikmati manfaat pariwisata,” ujarnya.