LABUANBAJOVOICE.COM – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ny. Fatinci Reynilda Sodo, mendorong pengembangan produk lokal dan UMKM yang dihasilkan anggota DWP agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Pengembangan tersebut mencakup berbagai potensi daerah, mulai dari tenunan, kerajinan, pangan lokal hingga produk kreatif perempuan NTT.

Fatinci mengatakan penguatan produk lokal perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga kualitas, kemasan, branding dan pemasaran.

“Produk kita bagus dan memiliki karakter yang kuat. Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan kualitas, kemasan, branding dan memperluas pasarnya. Karena itu, pasar online menjadi salah satu ruang yang harus kita manfaatkan,” ujar Fatinci usai serah terima jabatan, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, setiap unsur pelaksana (UP) DWP di kabupaten/kota memiliki kekuatan dan karakteristik berbeda. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan program berdasarkan potensi masing-masing daerah.

“Kita ingin melihat apa yang menjadi kekuatan masing-masing UP. Ada daerah yang kuat di tenunan, ada yang memiliki produk pangan lokal, kerajinan, budaya dan potensi lainnya. Potensi-potensi ini yang perlu kita dorong agar semakin berkembang dan memiliki daya saing,” jelasnya.

Fatinci juga menekankan bahwa pengembangan produk budaya harus berjalan bersama dengan upaya pelestarian budaya NTT.

Tenunan dan produk budaya lainnya, kata dia, tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan identitas serta cerita masyarakat di setiap daerah.

Selain pengembangan UMKM, DWP Provinsi NTT membuka peluang kolaborasi dengan TP PKK Provinsi NTT dan organisasi perempuan lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas dampak program pemberdayaan perempuan, keluarga, ekonomi, sosial dan budaya.

“Banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama. Kita tidak ingin berjalan sendiri-sendiri. DWP, TP PKK dan organisasi perempuan lainnya memiliki ruang untuk saling mendukung dan berkolaborasi dalam membangun keluarga dan masyarakat NTT,” tutur Fatinci.

Ia menilai kerja bersama antar lembaga dan organisasi perempuan penting agar berbagai program pemberdayaan tidak berjalan sendiri-sendiri dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Setelah serah terima jabatan, Fatinci juga akan menggelar rapat rutin bersama jajaran pengurus untuk memetakan program kerja dan potensi yang dapat dikembangkan setiap UP DWP.

Melalui kepemimpinan barunya, ia berharap DWP NTT dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk belajar, berkarya dan mengembangkan potensi sekaligus memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

“Harapan saya, DWP NTT menjadi organisasi yang penuh kebersamaan, penuh energi positif dan mampu melahirkan terobosan-terobosan yang sesuai dengan potensi daerah. Kita mulai dari silaturahmi, kemudian bergerak bersama, berkolaborasi dan berkarya untuk keluarga dan masyarakat NTT. Ayo bangun NTT!,” pungkasnya.**