“Ke depan, sistem ini perlu dikembangkan menjadi platform tata kelola pariwisata yang lebih komprehensif, mencakup data kapal wisata, pelaku usaha, transaksi ekonomi, pengelolaan lingkungan, hingga kepatuhan terhadap berbagai kewajiban perizinan dan perpajakan sesuai kewenangan masing-masing instansi,” katanya.

Kanisius menambahkan, penguatan sistem data terintegrasi juga sejalan dengan tugas Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Kepariwisataan DPRD Kabupaten Manggarai Barat.

Menurutnya, integrasi data, perencanaan, dan model tata kelola menjadi salah satu isu strategis utama dalam pembahasan kebijakan kepariwisataan daerah.

“Sejalan dengan tugas Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Kepariwisataan DPRD Kabupaten Manggarai Barat, penguatan sistem data merupakan bagian dari isu strategis kedelapan, yaitu integrasi data, perencanaan, dan model tata kelola. Tanpa data yang terintegrasi, sulit mewujudkan kebijakan pariwisata yang efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia berharap aplikasi Gendang Mabar dapat menjadi fondasi transformasi digital tata kelola pariwisata Manggarai Barat, sehingga kebijakan yang dihasilkan semakin akurat, transparan, memberikan kepastian hukum, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.