Andhy menambahkan, pengembangan pariwisata Labuan Bajo Flores perlu diarahkan tidak hanya untuk mengejar pertumbuhan ekonomi. Keseimbangan aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor pariwisata.
Pendekatan tersebut diperlukan agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat lokal dan generasi mendatang.
Melalui materi yang disampaikan dalam ICEMAT 2026, BPOLBF turut memperkenalkan perspektif transformasi pariwisata yang menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari pengelolaan destinasi dan aktivitas wisata.
Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi unsur penting dalam memastikan pengembangan pariwisata tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperhatikan lingkungan serta kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Konsep pariwisata inklusif dan regeneratif yang diangkat dalam materi Andhy menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata yang memperhatikan keterlibatan masyarakat serta keberlanjutan sumber daya.





Tinggalkan Balasan