LABUANBAJOVOICE.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai Barat terus mempercepat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari program strategis nasional yang menyasar seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari ibu hamil hingga lanjut usia.

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Theresia P. Asmon, mengatakan pemerintah daerah saat ini tengah mengejar ketertinggalan capaian layanan kesehatan gratis tersebut agar sesuai dengan target nasional yang telah ditetapkan.

“CKG merupakan program strategis nasional untuk semua siklus hidup. Saat ini kami sedang mengejar ketertinggalan capaiannya. Semua puskesmas sudah diberikan target dan diminta mengoptimalkan kunjungan ke komunitas, sekolah, maupun kampung untuk melayani seluruh kelompok usia,” kata Theresia kepada media, Jumat, 3 Juli 2026.

Menurut dia, pemerintah pusat menargetkan minimal 46 persen dari total penduduk di setiap daerah dapat memperoleh layanan Cek Kesehatan Gratis sepanjang tahun ini.

Target tersebut kemudian, kata Kadis Kesehatan, dibagi secara proporsional kepada seluruh puskesmas di Kabupaten Manggarai Barat.

“Target nasional adalah 46 persen dari total jumlah penduduk harus terlayani untuk semua usia. Kabupaten juga mengikuti target tersebut dan sudah dibagi per puskesmas. Per hari ini, ada puskesmas yang capaiannya sudah mencapai 40 persen, tetapi masih ada juga yang berada di bawah 10 persen,” ujarnya.

Membangun Kesadaran Kesehatan Masyarakat
Theresia menegaskan, manfaat utama program CKG bukan sekadar memberikan layanan pemeriksaan gratis, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat sejak dini.

Melalui program ini, pemerintah dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai status kesehatan penduduk yang nantinya menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan kesehatan daerah.

“CKG merupakan screening awal terhadap status kesehatan penduduk. Pemeriksaan yang dilakukan di luar fasilitas kesehatan juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan memahami kondisi kesehatan pribadi masing-masing,” katanya.

Ia menjelaskan, masyarakat yang terdeteksi memiliki gangguan kesehatan melalui proses skrining akan diarahkan untuk memperoleh pengobatan lanjutan di puskesmas.

“Dengan mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal, masyarakat akan lebih cepat mendapatkan penanganan. Jika dalam skrining ditemukan penyakit tertentu, tentu akan dilanjutkan dengan pengobatan dan pelayanan di puskesmas,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga memperoleh data kesehatan masyarakat yang lebih komprehensif untuk mendukung perencanaan program kesehatan pada masa mendatang.
“Data dari CKG sangat penting karena menjadi dasar pemerintah dalam mengambil berbagai kebijakan kesehatan ke depan,” kata Theresia.

Program Cek Kesehatan Gratis di Manggarai Barat dirancang untuk menjangkau seluruh kelompok masyarakat tanpa terkecuali.
Sasaran layanan meliputi ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga kelompok lanjut usia.

Pendekatan jemput bola melalui kunjungan ke sekolah, komunitas, dan kampung-kampung dilakukan agar akses pelayanan kesehatan semakin merata, terutama bagi masyarakat yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan formal.

Strategi tersebut dinilai penting mengingat karakter geografis Manggarai Barat yang masih memiliki wilayah terpencil dan keterbatasan akses transportasi.

Theresia menambahkan, layanan Cek Kesehatan Gratis tetap dapat diakses masyarakat meskipun belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan.

Namun, tambah dia, momentum tersebut juga dimanfaatkan pemerintah untuk mendorong masyarakat memastikan status kepesertaan BPJS mereka tetap aktif.

“CKG gratis, termasuk bagi masyarakat yang belum memiliki BPJS. Ini juga menjadi momentum untuk mengecek keaktifan BPJS. Kami berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin baik,” tuturnya.

Ia berharap partisipasi masyarakat terus meningkat sehingga target nasional sebesar 46 persen dapat tercapai dan kualitas kesehatan warga Manggarai Barat semakin baik pada masa mendatang.**