Selain mengandalkan pengadaan dari petani di Manggarai Barat, Bulog juga memiliki mekanisme penambahan stok dari luar daerah apabila terdapat penugasan dari kantor wilayah maupun pemerintah pusat.

Karyudi menyebutkan, pasokan dari luar daerah biasanya berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Kalau memang nanti penugasan kita menerima, ya kita terima seperti itu. Biasanya kita terima, kalau terima itu dari NTB atau dari Sulsel (Sulawesi Selatan) biasanya,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, sepanjang 2026 Bulog Labuan Bajo telah mendatangkan sekitar 500 ton beras dari wilayah NTB dan Sulawesi Selatan.

Ketersediaan stok yang berasal dari produksi lokal maupun pasokan antardaerah tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga cadangan beras pemerintah di Manggarai Barat.

Dengan stok yang saat ini mencapai 1.312 ton, Bulog memiliki persediaan yang tersebar di dua lokasi penyimpanan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.**