LABUANBAJOVOICE.COM – Perum Bulog Kantor Cabang Labuan Bajo mencatat stok beras sebanyak 1.312 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga awal November 2026.
Stok tersebut tersimpan di dua gudang milik Bulog, yakni di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, dan Kelurahan Tangge, Kecamatan Lembor.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Labuan Bajo, Karyudi, mengatakan stok beras yang tersedia saat ini tersebar di kedua gudang tersebut dengan jumlah terbesar berada di wilayah Lembor.
“Terkait dengan stok kita sekarang posisinya kurang lebih 1.312 ton, yang terdiri dari dua gudang. Ya kan. Di gudang Tangge itu kurang lebihnya 800, terus sisanya di gudang Batu Cermin.” kata Karyudi, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, pengadaan beras Bulog untuk memenuhi ketersediaan stok di Manggarai Barat selama ini sebagian besar berasal dari wilayah sentra produksi pertanian di Lembor dan Terang.
Namun, kontribusi pengadaan dari wilayah Terang masih lebih sedikit dibandingkan Lembor.
“Jadi kalau, kalau posisinya stok kita itu sekarang, kalau pengadaan kita itu sebagian besar dari Lembor dan Terang, sedikit Terang gitu,” ujarnya.
Menurut Karyudi, dominasi pengadaan dari Lembor berkaitan dengan ketersediaan produksi beras di wilayah tersebut yang lebih besar dibandingkan Terang.
“Jadi kalau posisi di Terang itu sedikit dan lebih banyak di Lembor. Untuk capaian tahun ini kita sudah mencapai kurang lebih hampir 1.000 ton,” ungkapnya.
Karyudi menjelaskan, capaian pengadaan hampir 1.000 ton tersebut merupakan hasil pengadaan sejak Januari hingga 2 November 2026.
Jumlah itu belum termasuk potensi pengadaan dari musim panen berikutnya yang diperkirakan akan berlangsung dalam waktu mendatang.
Berdasarkan prediksi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Manggarai Barat, musim panen diperkirakan berlangsung sekitar November hingga awal Februari mendatang.
Dengan demikian, Bulog masih memiliki peluang menambah cadangan beras melalui penyerapan hasil panen petani lokal.
Selain mengandalkan pengadaan dari petani di Manggarai Barat, Bulog juga memiliki mekanisme penambahan stok dari luar daerah apabila terdapat penugasan dari kantor wilayah maupun pemerintah pusat.
Karyudi menyebutkan, pasokan dari luar daerah biasanya berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Kalau memang nanti penugasan kita menerima, ya kita terima seperti itu. Biasanya kita terima, kalau terima itu dari NTB atau dari Sulsel (Sulawesi Selatan) biasanya,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, sepanjang 2026 Bulog Labuan Bajo telah mendatangkan sekitar 500 ton beras dari wilayah NTB dan Sulawesi Selatan.
Ketersediaan stok yang berasal dari produksi lokal maupun pasokan antardaerah tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga cadangan beras pemerintah di Manggarai Barat.
Dengan stok yang saat ini mencapai 1.312 ton, Bulog memiliki persediaan yang tersebar di dua lokasi penyimpanan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.**





Tinggalkan Balasan