“Jadi kalau, kalau posisinya stok kita itu sekarang, kalau pengadaan kita itu sebagian besar dari Lembor dan Terang, sedikit Terang gitu,” ujarnya.

Menurut Karyudi, dominasi pengadaan dari Lembor berkaitan dengan ketersediaan produksi beras di wilayah tersebut yang lebih besar dibandingkan Terang.

“Jadi kalau posisi di Terang itu sedikit dan lebih banyak di Lembor. Untuk capaian tahun ini kita sudah mencapai kurang lebih hampir 1.000 ton,” ungkapnya.

Karyudi menjelaskan, capaian pengadaan hampir 1.000 ton tersebut merupakan hasil pengadaan sejak Januari hingga 2 November 2026.

Jumlah itu belum termasuk potensi pengadaan dari musim panen berikutnya yang diperkirakan akan berlangsung dalam waktu mendatang.

Berdasarkan prediksi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Manggarai Barat, musim panen diperkirakan berlangsung sekitar November hingga awal Februari mendatang.

Dengan demikian, Bulog masih memiliki peluang menambah cadangan beras melalui penyerapan hasil panen petani lokal.