LABUANBAJOVOICE.COM – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLF) menargetkan penyediaan sistem air bersih melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada tahun ini sebagai infrastruktur dasar untuk mendukung pengembangan kawasan Natas Parapuar di Labuan Bajo.

Penyediaan air bersih dinilai menjadi salah satu kebutuhan mendasar agar pembangunan kawasan wisata baru tersebut dapat berjalan optimal, terutama dalam mendukung rencana investasi sektor pariwisata.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLF, Andhy M.T Marpaung, mengatakan pembangunan infrastruktur dasar di Parapuar telah dimulai secara bertahap, mulai dari akses jalan hingga jaringan listrik.

Namun, kata dia, penyediaan air bersih melalui SPAM masih dalam tahap upaya dan menjadi prioritas yang diharapkan dapat direalisasikan tahun ini.

“Terkait dengan investasi di Parapuar, pertama untuk Eager memang ada kemunduran karena mereka masih melihat progres infrastruktur dasar kita. Sekarang kami sudah bangun jalan, listrik juga sudah tetapi SPAM (air bersih, Red) memang masih diusahakan,” kata Andy kepada wartawan di Kantor BPOLF, Jumat (6/3/2026).

Menurut Andy, ketersediaan air bersih menjadi faktor penting dalam menarik dan mempercepat realisasi investasi di kawasan Parapuar.

Tanpa infrastruktur dasar yang memadai, tambahnya, investor cenderung menunggu hingga fasilitas pendukung benar-benar siap.

Sejumlah investor telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan kawasan tersebut, di antaranya Eiger Adventure Land Indonesia, Terra SparX, serta Kopontren Al Itifaq.

Kawasan Natas Parapuar dirancang sebagai pusat aktivitas wisata baru yang akan melengkapi destinasi unggulan di Labuan Bajo.

Berbagai fasilitas direncanakan hadir di kawasan ini, seperti hotel, sarana olahraga, area berkemah, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas rekreasi lainnya.

BPOLF optimistis penyediaan infrastruktur dasar, termasuk SPAM, akan mempercepat realisasi investasi sekaligus mendorong Parapuar menjadi ikon baru pengembangan destinasi wisata Labuan Bajo.

Ke depan, pembangunan kawasan ini diharapkan tidak hanya memperluas pilihan destinasi wisata, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.**