Statement Letter tersebut berkaitan dengan kondisi dan kesiapan pariwisata Labuan Bajo pascagempa untuk menerima kembali kunjungan wisatawan.
Kesiapan tersebut dinyatakan melalui proses verifikasi dan asesmen terhadap kesiapan operasional pelaku industri pariwisata, termasuk destinasi wisata dan hotel yang terdampak gempa Flores magnitudo 7,7.
Proses verifikasi menjadi bagian penting sebelum informasi mengenai kesiapan destinasi dan fasilitas pariwisata disampaikan secara lebih luas kepada publik.
Bincang Kepariwisataan BPOLBF tersebut dihadiri perwakilan industri perhotelan di Labuan Bajo.
Beberapa di antaranya yakni AYANA Komodo Waecicu Beach, Meruorah Komodo Labuan Bajo, The Jayakarta Suite Komodo Flores, dan Crowne Plaza Labuan Bajo.
Turut hadir perwakilan asosiasi pariwisata yang ada di Labuan Bajo, yakni DOCK dan IHSA.
Keterlibatan pelaku industri dan asosiasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi lintas sektor dalam memastikan pemulihan pariwisata Labuan Bajo pascagempa berlangsung berdasarkan kondisi riil di lapangan.





Tinggalkan Balasan