Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan forum tersebut merupakan bagian dari upaya melihat secara langsung perkembangan kondisi kepariwisataan pascagempa.

Menurutnya, kondisi di lapangan perlu dipantau untuk mengidentifikasi berbagai isu, perhatian, dan tren yang berkembang setelah bencana.

“Forum ini kami selenggarakan sebagai ruang untuk melihat secara langsung perkembangan kondisi kepariwisataan pascagempa, termasuk berbagai isu, perhatian, dan tren yang berkembang di lapangan.” kata Andy.

Ia menjelaskan, forum tersebut juga diarahkan untuk mengidentifikasi langkah konkret yang dapat dilakukan secara bersama-sama agar aktivitas pariwisata dapat kembali berjalan dengan aman dan bertahap.

BPOLBF, kata dia, menerapkan prinsip safe before open dan ready before promote dalam proses pemulihan destinasi.

Prinsip tersebut berarti destinasi yang terdampak gempa tidak langsung dibuka atau dipromosikan sebelum dilakukan verifikasi dan pemantauan terhadap kondisi serta kesiapan di lapangan.