“Berbagai masukan yang disampaikan oleh para pelaku pariwisata menjadi catatan penting untuk kami tindak lanjuti sesuai dengan kewenangan dan mekanisme yang berlaku.” kata Petrus.
Lebih lanjut ia katakan, Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi yang dapat mendukung pengembangan pariwisata, termasuk peningkatan kualitas destinasi, kenyamanan wisatawan, serta pengelolaan lingkungan dan kebersihan kawasan.
Dalam bahan pembahasan forum, sejumlah isu mulai dibenahi secara bertahap, termasuk upaya mengatasi scamming serta publikasi daftar agen perjalanan resmi yang tergabung dalam asosiasi melalui website BPOLBF.
Selain persoalan scamming, diskusi juga membahas aspek perpajakan, pengelolaan sampah, kuota kunjungan Taman Nasional Komodo, area aktivitas diving dan snorkeling, serta kesiapan destinasi wisata di darat.
Penguatan promosi dan diversifikasi pengalaman wisatawan juga menjadi bagian dari pembahasan, mengingat pengalaman wisata di Labuan Bajo tidak hanya berlangsung di kawasan perairan.





Tinggalkan Balasan