Pelaku usaha juga menyampaikan kebutuhan publikasi daftar agen perjalanan (whitelist) atau pelaku usaha pariwisata resmi yang tergabung dalam asosiasi melalui kanal informasi yang mudah diakses wisatawan.

Langkah tersebut diharapkan membantu wisatawan memperoleh informasi yang lebih jelas ketika memilih layanan perjalanan sekaligus mendukung upaya membangun ekosistem pariwisata yang lebih aman.

Asisten Deputi Manajemen Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata, Budi Supriyanto, mengatakan forum tersebut menjadi kesempatan pemerintah untuk mendengar langsung kondisi yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.

“LoB menjadi salah satu concern pemerintah karena merupakan bagian dari ekosistem wisata bahari yang terus kita kembangkan. Melalui pertemuan seperti ini, kami ingin mendengar secara langsung kondisi riil di lapangan, termasuk isu dan concern yang dirasakan oleh para pelaku LoB di Labuan Bajo,” ujar Budi.

Budi mengatakan berbagai masukan dalam forum akan menjadi bahan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait sesuai kewenangan masing-masing.