Pada kesempatan itu, anggota Bawaslu Manggarai Barat, Muhamad Hamka, menambahkan bahwa program “Bawaslu Mengajar” akan menjadi tindak lanjut konkret dari penandatanganan MoU tersebut.
“Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan dapat berperan aktif dalam mengawasi jalannya pemilu secara sederhana di lingkungan mereka, sekaligus memahami berbagai bentuk pelanggaran pemilu,” jelas Hamka.
Menurut Hamka, pendekatan edukatif ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pengawasan partisipatif sekaligus meminimalkan potensi pelanggaran pemilu di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala SMKN 3 Komodo, Hortensia Herima, menyambut positif kolaborasi tersebut.
Ia menilai pendidikan demokrasi bagi pelajar masih menjadi kebutuhan mendesak di tengah keterbatasan pemahaman politik di kalangan siswa.
“Sebagian besar pelajar masih memiliki keterbatasan pemahaman tentang politik dan demokrasi. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menciptakan pemilih muda yang cerdas, kritis, dan berintegritas,” ungkapnya.
Kerja sama ini sekaligus menjadi sinyal penguatan konsolidasi demokrasi berbasis pendidikan di Manggarai Barat.






Tinggalkan Balasan