Acara kemudian ditutup dengan ritus adat sebagai ungkapan syukur kepada leluhur dan dilanjutkan makan bersama yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Wae Kelambu Marselinus Pura, mantan Camat Komodo Imran, mantan Lurah Wae Kelambu Markus Randu, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan Tua Golo dari sejumlah kampung di wilayah Kedaluan Nggorang.

Dalam struktur sosial masyarakat Manggarai, Tua Golo memiliki peran yang sangat strategis. Selain menjadi pemimpin adat, Tua Golo bertanggung jawab menjaga tanah ulayat, menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat, memimpin ritus adat, serta menjadi penjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.

Pengukuhan Arif sebagai Tua Golo Sernaru menjadi bukti bahwa eksistensi lembaga adat di Manggarai Barat tetap kuat di tengah perkembangan zaman.

Tradisi, nilai persaudaraan, serta kearifan lokal terus dijaga dan diwariskan sebagai fondasi kehidupan masyarakat adat untuk generasi mendatang.**